Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Djoko Siswanto menjelaskan jika pemerintahan sudah bekerja bersama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) untuk pendanaan energi terbarukan lewat penempatan solar cell (sel surya) setiap rumah tangga.
"BRI sediakan credit enteng untuk rumah tangga yang hendak memasangkan solar cell. Saat semuanya sudah pasang, kita dorong rumah tangga memakai kompor listrik dari solar cell. Terus memakai motor listrik dari solar cell," katanya dalam CNBC Indonesia, Energy Corner Special Edition: Energy Outlook 2021 di Jakarta, Kamis (4/2/2021).
"Murah, ongkos dari BRI, tidak perlu angsuran dan jaminan," ia menambah.
Tanpa angsuran yang diartikan Djoko Siswanto ialah penghematan listrik yang diterima oleh pemilik PLTS, dapat dipakai untuk bayar angsuran di BRI.
Misalnya, bill listrik Rp 1,lima juta tiap bulannya bila diimbangi dengan penempatan PLTS Atap maka kurangi pengeluaran sekitaran Rp 500 ribu. Tersisa Rp 500 ribu yang umum dibayar ke PLN dapat dipakai untuk bayar angsuran.
Sel surya ialah 'inti' dari panel surya. Sel surya yang diatur berjajar sebegitu rupa disebutkan dengan panel surya.
Selanjutnya, ia menghimbau supaya warga untuk memasangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap rumah masing-masing. Karena selainnya memiliki biaya murah, tidak perlu menambahkan ongkos yang lain misalkan untuk beli bensin, sebab bisa memakai kendaraan listrik.
"Energi listrik dari PLTS dapat dipakai mengolah dengan kompor listrik. Goreng tempe tahun dengan kompor listrik. gratis. Kami minta warga memakai motor listrik. Tidak ada ongkos bensin, gratis," katanya.
Tidak terkecuali ke warga, anjuran ini diperuntukkan ke kementerian dan instansi. Misalkan ke Kementerian BUMN yang memasangkan PLTS di semua lembaga BUMN dimulai dari perkantoran, industri sampai perumahan.
"Kami suka dengar laporan Bu Nicke [Dirut Pertamina Nicke Widyawati] jika semua lembaga Pertamina akan dibuat PLTS," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar