| Sumber : manado.tribunnews.com |
Gardu Induk ialah sub mekanisme dari mekanisme transmisi atau pendistribusian tenaga listrik. Sebagai subsistem dari mekanisme transmisi tenaga listrik, peran Gardu Induk besar sekali . Maka, operasionalisasi Gardu Induk ini tidak dapat dipisah benar-benar dari mekanisme transmisi listrik.
Gardu Induk bisa juga dimisalkan sebagai terminal atau stasiun transmisi, di mana tegangan listrik dapat ditata jika tegangan turun. Ada banyak peranan yang dipunyai oleh Gardu Induk ini, secara lengkap dapat Anda baca pembahasan berikut ini.
Peranan Gardu Induk
Gardu Induk memang memiliki peran penting dalam mekanisme transmisi listrik, dari pembangkit ke customer.
Berikut sejumlah peranan yang dipunyai oleh Gardu Induk:
- Mentransformasikan tegangan, di mana Gardu Induk dapat meningkatkan dan turunkan tegangan.
- Atur saluran listrik dari 1 transmisi ke transmisi lain, untuk selanjutnya dialokasikan ke customer.
- Menghitung dan memantau operasi sekalian melindungi sistem tenaga listrik.
- Atur servis beban ke Gardu Induk lain sekalian ke Gardu Distribusi.
- Media untuk turunkan dan mengganti tegangan transmisi jadi tegangan distribusi.
- Media untuk telekomunikasi.
Dari fungsi-fungsi di atas, peranan khusus dari Gardu Induk untuk mentransformasikan tegangan dari pembangkitan.
Ini karena transmisi daya memerlukan tenaga yang besar, dan pembangkit cuman dapat menghidupkan listrik sekitaran 6-20 kV saja.
Maka supaya tidak rugi daya atau turun di tengah-tengah perjalanan, karena itu tegangan harus dinaikkan.
Nanti, sesudah memakai tegangan tinggi saat transmisi, tegangan itu akan balik dibikin standard saat dialokasikan ke customer.
Pokoknya, tegangan yang ditransformasikan oleh Gardu Induk ialah seperti berikut:
- Tegangan extra ke tegangan tinggi (500 kV/150 kV).
- Tegangan tinggi ke tegangan lebih rendah (150 kV/70 kV).
- Tegangan tinggi ke tegangan menengah yakni 150 kV/20 kV atau 70 kV/20 kV.
- Frekwensi masih tetap, di Indonesia sekitaran 50 Hertz.
Langkah Kerja Gardu Induk
- Pembangkitan
- Tenaga listrik dinaikkan
- Transmisi
- Tegangan listrik di turunkan
- Distribusi
Proses tenaga listrik dinaikkan dan di turunkan di atas membutuhkan Gardu Induk, dan untuk proses pengurangan tegangan dari distribusi ke customer membutuhkan Gardu Distribusi.
Tipe-Jenis Gardu Induk
1. Berdasar Besaran Tegangan
Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET), yang dapat mentransformasikan 275 kV sampai 500 kV.
Gardu Induk Tegangan Tinggi (GI), yang dapat mentransformasikan 150 kV dan 70 kV.
2. Berdasar Penempatan Perlengkapan
Gardu Induk Pasang Luar
Tipe ini juga bisa disebutkan dengan Gardu Induk Konservatif, di mana semua elemen diletekkan di luar gedung terkecuali mekanisme perlindungan, elemen kontrol, mekanisme kendalian dan elemen tolong yang lain.
Gardu Induk Pasang Dalam
Gardu pasang dalam biasa disebutkan dengan Gas Insulated Substation, di mana semua elemen ada dalam gedung terkecuali transformator daya.
Gardu Induk Gabungan
Garu induk gabungan ialah Gardu Induk yang beberapa elemen Switchgear ditempatkan dalam gedung dan di luar gedung, dan transformatornya ditempatkan di luar gedung.
3. Berdasar Rel/Busbar
Rel atau Busbar ialah titik tatap muka, di mana trafo tenaga, SUTT, SKTT dan perlengkapan listrik yang lain dapat terima sekalian salurkan tenaga listrik. Nach, berdasar Rel/Busbar, Gardu Induk dipisah jadi 4, yakni:
- Gardu Induk dengan mekanisme ring busbar.
- Gardu Induk dengan singgel busbar.
- Gardu Induk dengan ganda busbar.
- Gardu Induk dengan 1 1/2 busbar.
Bila Anda ingin pelajari pengetahuan electronic secara dalam, karena itu salah satunya knowledge base yang perlu dimengerti ialah mengenai Gardu Induk.
Dengan pahami Gardu Induk secara detail, Anda dapat pahami jalur listrik dari transmisi sampai distribusi.
Referensi Gardu listrik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar